YOKOHAMA KAIDASHI KIKOU

Yokohama Kaidashi Kikou
Mangaka: Ashinano Hitoshi
Terbit: Juni 1994
Penerbit: Afternoon
Jumlah tankoubon: 14


Bertualang Kumpulkan Kenangan, Sambil Menunggu sang Majikan Pulang

Di masa depan, robot hidup berdampingan di manusia. Bukan sebagai budak, tapi lebih sebagai partner hidup. Mereka dibuat dengan segudang kemampuan khusus dan semirip mungkin dengan manusia. Robot bahkan bisa sudah bisa mencerna makanan dan minum layaknya makhluk bernyawa. Yang membedakan hanyalah fakta bahwa mereka nggak akan menua dan nggak menghirup oksigen.

Hatsuseno Alpha merupakan salah satu robot yang eksis di dunia. Sehari-hari, dia tinggal di Miura Peninsula, Jepang, sebuah wilayah yang terpisah jauh dari peradaban. Di sana, ada sebuah kafe mungil bernama Kafe Alpha. Pemilik kafe tersebut, majikan Alpha, kini tengah asyik traveling, meninggalkan robot miliknya seorang diri. Sambil menunggu kepulangan sang majikan, walaupun nggak pasti kapan, Alpha menjalankan kafe itu.

Alpha sangat pemalu dan kurang pede dengan kemampuan bersosialisasinya. Itu sebabnya dia merasa agak canggung berada di tengah keramaian. Tapi, bukan berarti Alpha makhluk antisosial. Dia sangat suka ngobrol dengan pelanggannya.

Pelanggan yang berkunjung ke Kafe Alpha memang nggak terlalu banyak. Hanya pemilik stasiun pengisi bahan bakar yang dipanggil Alpha dengan Ojii-san (kakek, Red.) yang rutin berkunjung. Kadang Takahiro, cucu Ojii-san, juga mampir untuk sekadar menyapa Alpha. Meski pendapatannya minimum, Alpha menjalani hidupnya dengan riang.

Kalau mood-nya sedang bagus, Alpha menutup toko dan pergi bertualang ditemani skuternya. Alpha mencari hal-hal baru di dunia luar. Kehidupan santai ala Alpha semakin berwarna seiring dengan banyaknya hal-hal baru yang ditemuinya. Dia bertemu dengan robot lainnya dan berteman dengannya. Takatsu Kokone, sang teman baru, cepat akrab dengan Alpha.

Kokone datang di hadapan Alpha sebagai kurir yang membawakan pesan dari pemilik Alpha. Selain pesan, Kokone juga menyampaikan benda pemberian sang majikan, sebuah kamera. Dengan kamera itu, sang majikan meminta Alpha merekam sebanyak mungkin kenangan, sembari menunggu kepulangan sang majikan yang berkelana nggak tentu rimbanya. Sang majikan ingin Alpha.

Setelah menerima pemberian tersebut, Alpha semakin bersemangat menjalani petualangannya. Berbagai objek yang menarik matanya nggak lolos dari jepretan kameranya. Sesampainya di rumah, Alpha akan membuka kembali hasil "buruan"-nya. Berbagai hal yang terekam di kamera itu semakin memperkaya perasaan dan wawasan Alpha.

Sebagai robot, tentu saja Alpha panjang umur. Dia hanya bisa memandangi orang-orang di sekitarnya bertambah dewasa lalu menua. Sementara dirinya nggak pernah berubah.

Segala perasaan dan aktivitas Alpha terekam dalam Yokohama Kaidashi Kikou (Yokohama Shopping Log). Serial yang ditulis oleh Ashinano Hitoshi ini mengisi lembaran majalah Afternoon terbitan Kodansha sejak Juni 1994. Ashinano memungkasi YKK pada Februari 2006. Lima bulan kemudian, Ashinano meluncurkan episode postscript. Semua dirangkum dalam 14 volume tankoubon. (ran)

Raih Gelar Manga Terbaik 2007

Kapabilitas Ashinano Hitoshi sebagai mangaka patut diacungi dua jempol. Karya debutnya sebagai mangaka pro, Yokohama Kaidashi Kikou (YKK), langsung menyabet dua penghargaan. Gelar manga terbaik disabetnya dalam Four Season Award 2007. Satu lagi dalam Seiun Award 2007, untuk kategori yang sama.

Modal utama Ashinano meraih posisi tertinggi itu adalah cerita yang sederhana namun sarat pesan moral. Ashinano nggak perlu dialog yang panjang dan cerita berbelit-belit untuk menyampaikan pesannya. Mangaka kelahiran 25 April 1963 ini justru menampilkan aktivitas sehari-hari robot yang jadi pengurus kafe. Adegan-adegan yang ditampilkan kadang sangat remeh. Misalnya, Alpha sang robot tokoh utama sedang membuka jendela. Bahkan nggak jarang Ashinano menampilkan dua halaman tanpa dialog.

Alurnya yang mengalir pelan seolah membuat pembaca terbuai dan ikut bersantai bersama Alpha. Pembaca dibuat lupa penatnya kehidupan di kota metropolitan. Ya, Ashinano sengaja memberi setting tempat yang sepi, jauh dari ingar-bingar kehidupan kota. Suasana daerah pedesaan yang ramah dan masih asri begitu memanjakan mata.

Kita memang nggak bisa berharap banyak pada artwork Ashinano. Gaya gambarnya nggak terlalu istimewa. Sangat sederhana, tanpa banyak detail. Tapi, panel-panelnya terlihat bersih dan rapi. Sehingga, pembaca nggak akan cepat lelah.

Hingga akhir cerita, Ashinano masih menyimpan beberapa rahasia. Ashinano nggak pernah menjelaskan bencana lingkungan macam apa yang menimpa bumi sebelum kisah YKK bergulir. Mantan asisten mangaka Fujishima Kousuke (You’re Under Arrest, Aats! Megami-sama!) ini juga merahasiakan siapa pemilik Alpha dan ke mana dia pergi. Pembaca dibiarkan mereka-reka, sesuai imajinasi masing-masing. (ran/bs)
Fakta tentang Robot di YKK

1. Alpha bisa mencerna makanan dan minum, tapi dia alergi pada protein hewani. Bila memaksakan diri, tubuhnya jadi bereaksi aneh, mirip manusia yang sedang demam.

2. Salah satu keahlian Alpha adalah bermain gekkin (alat musik tradisional dari China, Red.).

3. Hanya ada tiga buah robot tipe A7M2 di dunia. Alpha adalah satu dari tiga prototipe yang ada.

4. Robot cowok jarang bertahan lama. Makanya, dalam YKK robot yang muncul kebanyakan cewek. Salah satu robot cowok yang survive adalah Nai.

5. Fitur istimewa yang dimiliki Alpha dan Kokone adalah bisa men-display hasil jepretan kamera. Caranya, cukup dengan menyambungkan kabel di kamera ke mulut mereka.
6. Untuk menyampaikan pesan, Kokone harus berciuman dengan sang penerima pesan. (ran)

Source : www.jawapos.com

No comments: