Bulan september bagi orang Jepang adalah bulan yang berat, perubahan musim panas ke musim gugur pada bulan-bulan ini selalu diikuti dengan cuaca yang ekstrim seperti badai, topan dan lain sebagainya. Oleh karena itu bagi orang Jepang bulan september atau bulan sembilan adalah bulan yang ingin cepat dilewati, karena dalam budaya orang Jepang angka sembilan dibaca "ku" yang dekat dengan kata "kurushii" yang berarti sengasara.TERU TERU BOZU ART EXHIBITION
Bulan september bagi orang Jepang adalah bulan yang berat, perubahan musim panas ke musim gugur pada bulan-bulan ini selalu diikuti dengan cuaca yang ekstrim seperti badai, topan dan lain sebagainya. Oleh karena itu bagi orang Jepang bulan september atau bulan sembilan adalah bulan yang ingin cepat dilewati, karena dalam budaya orang Jepang angka sembilan dibaca "ku" yang dekat dengan kata "kurushii" yang berarti sengasara.BON ODORI DI SEKOLAH JEPANG SURABAYA
Hari sabtu malam, 9 september 2007, ada pemandangan yang sedikit berbeda dengan sekolah Jepang Surabaya dari hari-hari biasanya. Lapangan sepak bola Sekolah Jepang Surabaya tampak dipadati oleh mobil, dan banyak orang yang berdatangan sejak pukul 17.00. Tamu-tamu yang berdatangan adalah para ekspatriat Jepang dan relasi-relasinya yang menghadiri acara tahunan Bon odori yang diselenggarakan oleh EEJC dan Sekolah Jepang Surabaya dalam rangka memperingati hari Bon. Bon sendiri adalah festival agama budha yang diselenggarakan pada tanggal 16-17 di Jepang.DISKUSI DI THE JAPAN FOUNDATION
Pukul : 14:00 WIB
Tema : Indonesia’s Foreign Policy Towards the ‘Normal’ Japan: Stability and Changes
Pembicara : 1. Dr. Dewi Fortuna Anwar (LIPI, The Habibie Center)
2. Prof. Hideki Kan (Seinan Jo University, Kyushu)
3. Prof. Richard Tanter (Nautillus Institute, RMIT)
Pengantar Diskusi
Kurang lebih demikianlah pandangan sejumlah ahli.
Salah satu cara AS untuk mengatasi kesulitan itu adalah meminta para sekutunya meningkatkan kontribusinya terhadap kestabilan pertahanan kawasan mereka masing-masing. Skema cost-sharing dan burden-sharing inilah yang menjadi alasan utama 'normalisasi' Jepang di atas.
Kami mengundang kawan-kawan wartawan untuk datang menghadiri acara ini..
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Dipo di (021) 520 1266 atau melalui email ke dipo@jpf.or. id
Para "maid" Menyirami Akihabara

Pada tanggal 1 Agustus 2007, sebanyak 27 "maid" dari berbagai kafe khusus otaku ini, tampil di depan publik Akihabara dengan melakukan ritual Uchi mizu, atau menyiram air sebagai tanda berakhirnya Tsuyu (musim hujan di Jepang yang terjadi anatara bulan Juni - Juli). Meski hanya sedikit air yang disiramkan, setidaknya memberikan nuansa yang sejuk di jalanan Akihabara yang miskin dengan pepohonan. (naz)
Bedah Komik di Japan Foundation Jakarta
Tidak banyak yang menyadari bahwa komik memiliki beragam jenis. Jenis-jenis tersebut terentang dari yang bersifat sangat ringan, hingga sangat serius. Dari yang dangkal, hingga yang memiliki bobot filosofis yang sangat dalam. Kami percaya bahwa ada beberapa komik dari Jepang yang patut untuk dijadikan sebagai objek kajian ilmiah. Salah satu di antaranya adalah komik “Budha” yang diciptakan oleh Osamu Tezuka ini.
Osamu Tezuka dianggap sebagai seorang tokoh yang paling banyak memberikan pengaruh terhadap perkembangan komik Jepang. Begitu besar pengaruhnya, sehingga beliau seringkali disebut-sebut sebagai ‘Dewa Manga’ Jepang. Acara bedah komik akan membahas salah satu karya monumental beliau, yaitu komik dengan judul ‘Budha’. Komik Budha adalah komik yang menceritakan perjalanan Sang Budha, mulai dari kelahiran Beliau, pencerahan yang berhasil Dia capai dan hingga kematiannNya. Komik yang dituliskan oleh Tezuka, sangat sarat dengan pesan moral dan padat dengan nuansa filosofis agama Budha. Kami percaya bahwa komik ini adalah pilihan yang tepat untuk mengadakan acara bedah komik ini.
Acara ini diselenggarakan oleh the Japan Foundation bekerjasama dengan Kepustakaan Populer Gramedia yang merupakan penerbit komik tersebut ke dalam bahasa Indonesia . Kami harap bapak/ibu bersedia untuk menghadiri acara tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut tentang acara ini, anda dapat menghubungi staf kami, Dipo D. Siahaan, melalui telepon ke (021) 520 1266 atau melalui email ke dipo@jpf.or. id.
___________________________________________________________________
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Juli 2007
Jam : 13:30 WIB
Acara : Diskusi dan Bedah Komik “Budha” karya Osamu Tezuka
Pembicara : 1. Siti Dahsiar Anwar (Pakar Agama Dan Masyarakat Jepang
2. Hikmat Dharmawan (Pemerhati Komik dan Novel Grafis)
3. Tyas Palaar (Wartawan majalah Animonster)
Tempat : Aula The Japan Foundation, Jakarta
Gedung Summitmas I, Lt. 2
Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 61-62.
______________________________________________________________________________
Tanabata di JASMIN
Pada hari sabtu 7 Juli 2007, JASMIN menyelenggarakan acara Tanabata di ruang kelas
Tentang Tanabata
Tanabata adalah sebuah hari yang bertanggal 7 bulan 7, dimana pada hari ini, orang Jepang menuliskan keinginannya pada sebuah kertas yang disebut dengan tanzaku yang kemudian digantungkan pada ranting-ranting pohon bambu jenis sasa (pohon bambu yang memiliki daun, batang dan ranting yang kecil).
Tanabata pada awalnya populer di Tiongkok pada abad ke 7. Dimana warga Tiongkok pada saat itu, melakukan ritual melihat bintang pada tanggal 7 bulan ke 7, sekaligus memohon kepada bintang agar permintaan mereka dikabulkan. Tanabata yang begitu populer di Tiongkok, kemudian masuk ke Jepang pada masa pemerintahan
Kendati berasal dari Tiongkok, Tanabata Jepang sesungguhnya berbeda dengan yang ada di Tiongkok. Jauh sebelum Tanabata masuk ke Jepang, orang Jepang, dulu mengadakan acara ritual pemanggilan arwah para leluhur untuk memohon permintaan sekaligus rasa syukur mereka telah diberkahi panen, dan kekayaan alam melimpah yang diselenggarakan setiap tanggal 7 bulan 7. Dengan tanggal yang sama dan inti yang sama, maka tanggal 7 bulan 7 disebut sebagai Tanabata.
Nama Tanabata sendiri berasal dari Tanabatatsume (para perempuan yang menjahit pakaian untuk arwah yang diundang), dimana kata tsume dihilangkan, dan menjadi Tanbata.
Pada hari Tanabata, setiap orang diperkenankan untuk menuliskan keinginannya pada sebuah kertas yang kemudian digantungkan pada ranting bambu sasa pada tanggal 6 bulan 7. Pada tanggal 7 pagi, semua hiasan tanabata dan tanzaku yang sudah terisi oleh keinginan dihanyutkan ke sungai.
Tanabata di Jasmin
Perayaan Tanabata di Jasmin kali ini, merupakan perayaan Tanabata yang kedua kali. Acara ini merupakan salah satu tujuan Jasmin, sebagai pusat studi bahasa dan budaya Jepang, yang memperkenalkan budaya Jepang kepada siswa Jasmin pada khususnya dan masyarakat umum tentunya. Acara yang dihadiri oleh 25 orang ini berjalan cukup meriah. Selain menuliskan keinginan di Tanzaku, para peserta juga di berikan penjelasan mengenai apakah tanabata itu, sejarah, cara membuat hiasan Tanabata dan lain-lain.
Acara berlangsung sangat meriah ketika para peserta menggantungkan permohonan dan hiasan yang telah mereka buat pada ranting bambu yang telah disiapkan. Setelah mereka menggantungkannya, tampak dari seluruh wajah peserta puas, karena mereka telah menuliskan keinginan dan mimpi yang akan capai kelak.
Jika Anda tertarik dengan budaya dan bahasa Jepang silahkan hubungi kami di ;
Jl Kalidami 14-16
Tel. 031-5967010 Fax. 031-5915860
Email : asjasmin2005@yahoo.co.jp
Untuk informasi tentang Jepang silahkan klik www.fureaimagazine.co.nr
Untuk informasi tentang kursus silahkan klik asjamin.blogspot.com
